"Berilmu dulu sebelum berkata
dan bertindak"

Minggu, 28 Januari 2018

Seminar "Klinik Penulisan Artikel Ilmiah" Pascasarjana UNPAK

 PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS PAKUAN
Resume Seminar " Klinik Penulisan Artikel Ilmiah" 27 Januari 2018

Pemateri Pertama :
Prof. Dr. Ing. Soewarto Hardhienata
• Profesor Riset Bidang Disain Satelit, Kendaraan Ruang Angkasa, dan Misil
• Guru Besar Bidang Ilmu Komputer dan Manajemen Pendidikan
(s-hardh@indo.net.id)


PRASYARAT YANG HARUS DIPENUHI AGAR KITA DAPAT MENJADI PENULIS ARTIKEL ILMIAH YANG BAIK

A. SIKAP MENTAL YANG BAIK YANG BERKAITAN DENGAN MENULIS ARTIKEL ILMIAH (70%)

B. KOMPONEN ARTIKEL ILMIAH YANG LOGIS, SISTEMATIS, LUGAS, DAN JELAS (30)

A. SIKAP MENTAL YANG BERKAITAN DENGAN MENULIS ARTIKEL ILMIAH

1. SUKA BELAJAR
Penulis Artikel Ilmiah harus mempunyai keinginan untuk mengetahui sesuatu yang belum diketahui dan memperdalam apa yang sudah diketahui terkait dengan penulisan artikel ilmiah.

2. INISIATIF
Inisiatif merupakan salah satu sikap yang harus dimiliki oleh para Penulis Artikel ilmiah. Sebagai
contoh untuk kasus berikut :
Penulis merasa bahwa dia sangat kurang dalam menghasilkan artikel ilmiah, maka dia berinisitatif untuk mengikuti Lokakarya tentang “Strategi Penulisan Artikel Ilmiah” agar kemampuan membuat tulisan artikel ilmiahnya meningkat.

3. INNERAKTIF
Inneraktif merupakan kunci utama sikap mental positif yang harus dimiliki oleh Penulis Artikel Imiah. Inneraktif adalah keberanian untuk melawan arus negatif.
Misal seorang penulis mengetahui bahwa ada banyak orang yang melakukan penulisan artikel ilmiah dengan cara yang tidak sportif, seperti melakukan pemesanan penulisan kepada orang lain, mengirim
artikel ilmiah ke media publikasi yang “abal-abal”, yaitu asal mau membayar maka tulisan akan diterbitkan, dsb). Penulis yang inneraktifnya baik tidak akan melakukan hal tersebut, tetapi dia akan
berusaha menambah pengetahuannya agar tulisan artikel ilmiahnya menjadi baik sehingga dapat diterima di media publikasi yang baik.

4. TEKAT BULAT
Penulis Artikel Ilmiah harus mempunyai tekad bulat yang tinggi, dia harus piawai dan tangguh. Seorang Penulis Artikel Ilmiah harus piawai dalam melakukan penulisan hasil penelitian, pengembangan, penuangan konsep, ataupun penuangan ide ke dalam tulisan ilmiah yang baik, serta tangguh dalam mempertahankan dan memperbaiki hasil review agar tulisan-tulisan yang dikirimkan ke media publikasi dapat diterima dan diterbitkan.

5. KERAS HATI
Penulis Artikel Ilmiah harus mempunyai sifat keras hati untuk bangkit dari setiap kegagalan. Mindset harus disetel bahwa kegagalan merupakan sukses yang tertunda. Pengiriman artikel ilmiah tidak selalu langsung dapat diterima atau bahkan sering ditolak oleh redaksi media publikasi tulisan
ilmiah yang dituju. Dalam hal seperti ini, penulis artikel ilmiah harus dapat bangkit untuk memperbaiki tulisan ilmiahnya sesuai dengan hasil review atau harus bisa mengolah lagi tulisan artikel ilmiahnya jika artikel tersebut ditolak oleh dewan redaksi dari media publikasi yang dituju.

6. MANDIRI
Mandiri adalah sikap menempatkan bantuan pihak lain hanya sebagai pelengkap, sedangkan yang pokok adalah menggunakan kemampuan dan upaya sendiri. Penulis Artikel Ilmiah harus mampu mengerjakan dan menyelesaiakan penulisan artikel ilmiahnya secara mandiri. Bantuan pihak lain tidak boleh dilakukan untuk hal-hal yang utama seperti isi tulisannya, tetapi untuk hal yang bersifat
pelengkap seperti penterjemahan ke dalam bahasa inggris atau penuangan tulisan ke dalam format yang dipersyaratkan oleh dewan redaksi media publikasi artikel ilmiah.

7. DISIPLIN DIRI
Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya merupakan tanggung jawabnya. Pendisiplinan adalah usaha usaha untuk menanamkan nilai ataupun pemaksaan agar subjek memiliki kemampuan untuk menaati sebuah peraturan (Wikipedia). Disiplin adalah sikap mental positif yang harus dipunyai oleh Penulis Artikel Ilmiah. Disiplin ini mencakup berbagai aspek, seperti disiplin mengikuti kaidah dan etika penulisan artikel ilmiah, disiplin mengikuti ketentuan penulisan artikel ilmiah, disiplin mengikuti saran perbaikan dari reviewer, dsb (lengkapi pengalaman sebagai reviewer).

8. MAMPU MEMAAFKAN DIRI SENDIRI
Manusia tidak penah luput dari kesalahan. Oleh karena itu, setiap kesalahan yang pernah kita lakukan kita harus bisa memaafkannya agar tidak menimbulkan depresi dan persoalan yang lebih berat lagi. Memaafkan berarti kita menyadarinya dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Memaafkan Diri Sendiri adalah sikap mental positif yang juga harus dipunyai oleh Penulis Artikel Ilmiah. Hampir semua penulis artikel ilmiah pernah melakukan kesalahan dan bahkan mungkin sampai artikel ilmiahnya ditolak oleh dewan redaksi media publikasi ilmiah yang dituju. Dalam hal seperti ini kita tidak boleh menyalahkan diri sendiri , frustasi, atau bahkan menjadi depresi. Kesalahan semacam itu harus kita maafkan dan kita jadikan pembelajaran sehingga ke depan kemampuan kita dalam menulis artikel ilmiah menjadi lebih baik dan meningkat (+ Ilustrasi pengalaman sebagai Pembimbing Peneliti).

9. PERCAYA DIRI
Percaya Diri adalah keyakinan kita terhadap diri sendiri bahwa kita sebagai manusia mempunyai kemampuan yang lebih besar dari pada segala persoalan atau problema yang ada. Penulis Artikel Ilmiah harus yakin dengan kemampuannya untuk dapat menghasilkan tulisan artikel ilmiah yang baik sehingga artikel ilmiah tersebut dapat diterima oleh media publikasi ilmiah yang dituju. Kemampuan tersebut akan baik apabila 8 (delapan) pra-syarat yang telah disebutkan di atas dapat dipenuhi dan dilaksanakan dengan baik.

                                  B. KOMPONEN ARTIKEL ILMIAH YANG LOGIS,
                                              SISTEMATIS, LUGAS, DAN JELAS
                             KOMPONEN UTAMA ARTIKEL ILMIAH (secara umum)

A. Judul
B. Penulis
C. Abstrak / Ringkasan
D. Bodi
E. Penutup / Simpulan / Saran
F. Daftar Pustaka

A. JUDUL
JUDUL harus dapat menggambarkan ISI dan TUJUAN dari Artikel Ilmiah yang ditulis !!!
Contoh Judul :
1. “Hubungan Antara Pemberdayaan dan Trust dengan Komitmen Profesi Dosen”
2. “Pengaruh Pemberdayaan dan Trust terhadap Komitmen Profesi Dosen”
3. “Peningkatan Komitmen Profesi Dosen Melalui Pengembangan Pemberdayaan dan Trust”
4. “Pengembangan Model In-House-Training Untuk Meningkatkan Komitmen Profesi Dosen”
5. Dst.
Judul yang mana yang paling dekat dengan kriteria ???

B. PENULIS
PENULIS biasanya ditulis Tanpa Gelar dan dilengkapi dengan Afiliasi dan Alamat Korespondensi
Contoh Penulis :
Sri Setyaningsih
Faculty of Mathematics and Natural Sciences – Pakuan University Coresponding Author : sri_setya@yahoo.com Soewarto Hardhienata Postgraduate Program – Pakuan University Coresponding Author : s-hardh@indo.net.id

C. ABSTRAK / RINGKASAN
ABSTRAK / RINGKASAN harus memuat INTI dari Latar Belakang, Tujuan, Metode, dan Hasil dari Karya Ilmiah yang dituliskan !!!

D. B O D I
BODI memuat LATAR BELAKANG, TUJUAN, METODE, HASIL, dan PEMBAHASAN HASIL
Catatan :
• Latar Belakang harus menjelaskan tentang pemilihan tema / topik dari karya ilmiah yang dibuat (Why ?)
• Tujuan harus menjawab Latar Belakang (Ilustrasi dengan contoh)
• Metode harus sesuai dengan cara pelaksanaan karya ilmiah
• Hasil harus sesuai dengan Tujuan
• Pembahasan Hasil harus jelas sehingga terlihat bagaimana
Kesimpulan dan/atau Saran, Implikasi, serta Renca Aksi (Optional)
diturunkan

F. KESIMPULAN, IMPLIKASI, SARAN, DAN/ATAU RENCANA AKSI
Kesimpulan, Implikasi, Saran, dan/atau Rencana Aksi harus akurat menjawab LATAR BELAKANG dan TUJUAN Pembuatan Karya Ilmiah
Contoh untuk Artikel Ilmiah dengan Judul :
“Pengembangan Komitmen Profesi Dosen Melalui Pengembangan Pemberdayaan dan Budaya Akademik”
Hubungan Komponen : Latar Belakang – Tujuan – Kesimpulan – Implikasi – Saran – Rencana
Aksi dapat dilihat pada halaman berikut ……

Untuk mendapatkan artikel silahkan download link di bawah ini


 Pemateri Kedua :
Dr. Ade Gafar Abdullah, M.Si
Dosen Berprestasi di Universitas Pendidikan Indonesia
materi yang disampaikan
1. Teknik Penulisan Artikel Ilmiah
2. Ilustrasi dalam Penulisan Artikel Ilmiah
3. Kriteria Publikasi di Jurnal Nasional terakreditasi dan Jurnal Internasional Terindex Scopus
4. Review Artikel Ilmiah


Orginalitas Penelitian
1. Orisinilitas pada Metode : Memecahkan masalah orang lain, sudah mengerjakan sebelumnya tapi dengan metoda yang berbeda

2. Orisinalitas pada masalah : Memecahkan suatu masalah yang orang lain belum pernah mengerjakan sebelumnya.

Mengenal ciri-ciri Jurnal Ilmiah Berkualitas Bagus
  1. Cek akreditasinya (untuk jurnal nasional)
  2. Cek impact faktor-nya (untuk jurnal internasional)
  3. Cek Volume terbitnya (karna banyak predator jurnal)
  4. Cek Reviewer-nya
  5. Cek keberadaannya di beberapa Website pengindeks jurnal Scopus dan ISI Thomson
List Publisher for international Journal
  1. elsevier
  2. springer
  3. wiley
  4. taylor & francis group
  5. cambridge university press
  6. saga
  7. oxford
  8. palgrave macmillan
Bagian isi artikel Ilmiah
  1. Introduction
  2. Method
  3. Results and discussion
  4. Conclusion
  5. Acknowledgment
  6. References 

Sabtu Bogor, 27 Januari 2018
Peserta seminar
Ilyas Abdullah, M.Pd


 Foto kegiatan yang sempat didokumentasikan 












Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Buku Tamu